Oplosan Cinta


Oplosan Cinta Karya : Suhanggono Tidak ada cinta bagiku. Cinta hanya sebongkah tae kucing. Dikubur dalam butiran gunungan pasir yang akan mengeringkan bau kerinduan. Cinta itu perasaan paling busuk. Sebusuk muslihat tipu menipunya. Cinta memang taek kucing. Apakah manusia bisa mencintai tanpa berharap dicintai balik?  Seperti malam yang diam terus berjalan tanpa menunggu kau ucapkan… Read More Oplosan Cinta

Oplosan Cinta


Oplosan Cinta Karya : Suhanggono Tidak ada cinta bagiku. Cinta hanya sebongkah tae kucing. Dikubur dalam butiran gunungan pasir yang akan mengeringkan bau kerinduan. Cinta itu perasaan paling busuk. Sebusuk muslihat tipu menipunya. Cinta memang taek kucing. Apakah manusia bisa mencintai tanpa berharap dicintai balik?  Seperti malam yang diam terus berjalan tanpa menunggu kau ucapkan… Read More Oplosan Cinta

Mall Purworejo Untuk Siapa?


Mall Purworejo Untuk Siapa? Karya : Suhanggono Modernisasi ekonomi memang tidak bisa dibendung. Adalah alamiahnya sudah pasar diubah jadi beton-beton. Namun kekumuhannya tetap saja dimana sama. Misal pasar Kutoarjo lantai kedua tidak maksimal untuk kiosnya orang memang malas untuk memutari ke atas. Tangganya sudah kumuh. Dilantai dua pun udah brantakan dan agak gelap. Potensial buat… Read More Mall Purworejo Untuk Siapa?

Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Kedua


Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Kedua Karya : Suhanggono Harusnya hanya sarana yang modern tapi rasa peka manusia tetap ndeso. Modern hanya akan jadi pengacau diantara kematian tradisional. Mall yang akan berdiri pasar tradisional pun berlari bertambah pasar online mengambang toko-toko pun tutup. Air botol di terminal, warung tetangga aja beda jauh seribu rupiah. Aku… Read More Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Kedua

Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Kedua


Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Kedua Karya : Suhanggono Harusnya hanya sarana yang modern tapi rasa peka manusia tetap ndeso. Modern hanya akan jadi pengacau diantara kematian tradisional. Mall yang akan berdiri pasar tradisional pun berlari bertambah pasar online mengambang toko-toko pun tutup. Air botol di terminal, warung tetangga aja beda jauh seribu rupiah. Aku… Read More Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Kedua

Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Pertama


Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Pertama Karya: Suhanggono Terminal besar dan sepi penumpang. Terminal Giwangan namanya populernya di Jogjakarta. Namun tampaknya sudah bermodernsasi. Tampak pula alat yang berbunyi sensitif terhadap benda mencurigakan sudah terpasang. Dari dulu memang sepi. Dan yang berbeda tidak ada petugas menarik uang retribusi karcis masuk ke terminal. Baru beberapa bulan ke… Read More Tour Jogja Mengenang Kembali bagian Pertama