Rokok dan Dingin


Rokok dan Dingin

Karya : Hang

Sekarang curang rokoknya disembunyikan dibalik layar ketakutan candu. Kau benar-benar curang.

Aku tidak bisa candu pada rokok. Aku lebih candu pada dinginmu. 

Aku bisa merokok hari ini sebatang dan dilanjut bulan yang sama tahun berbeda sebatang lagi tapi ndak bisa menghilangkan dinginmu sedetik saja. 
Purworejo, 02 Januari 2017

Iklan

Tanah Rata


Tanah Rata

Karya : Suhanggono

Pada akhirnya semua begitu 
Langit nampak biru berebutan putih

Mendung tak pekat cantik tak putih

Angin tampak diam pun daun tak melambai-lambai

Obrolan teras keras berteriak memanggil nama

Pintu kayu ia gedor-gedor berkali 

Dipikir ada razia sampah kamar ia didalam tetap tenang bersembunyi disunyian lalu sama-sama diamnya hilang

Tak lagi ada panggilan suara 

Hilang lenyap hanya ada rasa-rasa dendam 

Tipis setipis luapan udara hirup keluar masuk paru manusia

Sekarang semua berdiam diri berdiri dihadapan mayatmu mati beberapa saat lalu keracunan gas cinta 

Purworejo, Kutoarjo 2017

Oplosan Cinta


Oplosan Cinta

Karya : Suhanggono

Tidak ada cinta bagiku. Cinta hanya sebongkah tae kucing. Dikubur dalam butiran gunungan pasir yang akan mengeringkan bau kerinduan.

Cinta itu perasaan paling busuk. Sebusuk muslihat tipu menipunya. Cinta memang taek kucing.

Apakah manusia bisa mencintai tanpa berharap dicintai balik? 

Seperti malam yang diam terus berjalan tanpa menunggu kau ucapkan sayang ia tetap menyelimutimu dengan mimpi cinta. 

Mimpi. Hanya harapan yang membuat kematian manusia itu tertunda sebagaimana obat-obatan tidak menyembuhkan total hanya menunda tidak kembali sakit.

Purworejo, 16 November 2017

Oplosan Cinta


Oplosan Cinta

Karya : Suhanggono

Tidak ada cinta bagiku. Cinta hanya sebongkah tae kucing. Dikubur dalam butiran gunungan pasir yang akan mengeringkan bau kerinduan.

Cinta itu perasaan paling busuk. Sebusuk muslihat tipu menipunya. Cinta memang taek kucing.

Apakah manusia bisa mencintai tanpa berharap dicintai balik? 

Seperti malam yang diam terus berjalan tanpa menunggu kau ucapkan sayang ia tetap menyelimutimu dengan mimpi cinta. 

Mimpi. Hanya harapan yang membuat kematian manusia itu tertunda sebagaimana obat-obatan tidak menyembuhkan total hanya menunda tidak kembali sakit.

Purworejo, 16 November 2017

Auh


Auh

Karya : Suhanggono
Kangen, rindu, cinta adalah perasaan tertinggi. Misalnya :  

Dan… 

Bagaimana aku tidak rindu bila kangen itu mengalir dalam aliran darah tubuhku. Semalam suntuk aku bebayang wajah rembulan diantara kegelapan. Cinta bebas melukiskan diri. 

Auh

Cewe mana lebih romantis jika diberi puisi pagi-pagi di WA. Yang satu : “Ini apa Mas?” Yang satunya : “Kalau serius datangi Bapakku Mas ndak usah kirim puisi lagi. Mau tak beri dalilnya godain cewe?” 

Oh nasib puisiku satu ditanya makna satunya ditantang makna. Kamu tidak tahu kalian membuatku derita menua dalam darah teralir sengatan denyut-denyut kangen. 

Auh 

Bila cair artinya mengalir artinya menerja apa saja artinya wani piro no piro artinya memerkosa demokrasi artinya melawan atau kesakitan artinya kelamaan aku mati dalam jenuh gelisah resah kalau kalian terus menerus tanya artinya melulu. 

Auh 

Kalau bercinta tanpa auh itu pemerkosaan. Kalau politik tanpa mufakat dan musyawarah itu pemerkosaan. 

Demokrasi sedang diperkosa oleh penafsuan penguasaan. Lawan atau klimaks tapi sakit. Terenga-engan. 

Auh

Purworejo, 24 Oktober 2017

​Tes Emosi vs Tes Perawan


Tes Emosi vs Tes Perawan

Karya : Suhanggono

Membaca tweet siang ini agak ada di sebuah akun resmi berita nasional. Isi tentang tes perawan pada syarat pernikahan. Ide itu ada pada sebuah buku yang ditulis oleh seorang hakim. 

Berikut pandanganku dan terdapat bumbu nasihat embun pagi. Kebetulan selepas subuh hari mendung dan Bapak berbicara bab pernikahan. Sebabnya apa Beliau bicara ini. Lain waktu aku kupas. 😄😃😆

Perawan itu tidak penting. Lebih penting tes bagaimana emosi menghadapi perbedaan. Apa si kolerasinya keperawanan dengan tingkat perceraian dan KDRT. Tidak perlu juga. Emosi perempuan dan lelaki yang harus diperiksa. Siapkah secara mental untuk berumah tangga. Nikah itu gampang tinggal pesta-pesta. Lelaki perempuan mengaku cinta mencintai. Pergi ke KUA daftar sudah. Tapi semua akan lupa tujuannya apa? Doa dan harapan yang hanya semu.

Kenapa agama harus hadir dengan berbagai syarat ketat memilih jodoh. Juga ada dalam budaya hadir pula. Salah satu diteliti bibit bebet bobot. Bukan perawan. Walau itu sebuah pilihan. Nyatanya tetap “janda” malah lebih terdepan daripada yang belum nikah alias “perawan”. Sebab menurut gayanya sudah sama membingungkan. Perempuan sekarang itu sudah menghilangkan intim keperempuannya. Misal suara lembutnya, sifat pemalunya, lebih berani mengubar nafsu seksnya dan lain-lain.

Gaung suara perempuan sudah lebih terdengar daripada bledhek saat hujan. Padahal ia sedang berbicara dengan lelaki suaminya. Ribut di rumah tangga biasa soal ekonomi. Soal kekosongan dapur, kasih sayang dan kerapian rumah dan lain-lain.

Kasus terakhir perempuan yang dibunuh suaminya apa penyebabnya? Masih simpang siur sih tetapi dari keterangan-keterangan yang sudah beredar. Salah satunya adalah ekonomi. Emosi pas keributan rumah tangga harus dihadapi dengan bijak. Mengolahnya dengan sehat. Bumbu cinta tanpa emosi kurang sedap. Memang kalau sudah emosi lelaki atau perempuan suaranya agak kurang direm. Omongnya ceplas-ceplos seperti politisi yang lagi kampanye atas nama rakyatnya.

Anak adalah hadiah terbesar bagi sebuah keluarga. Ia dititipkan oleh Tuhan kepada yang dipercaya. Jikalau ada masalah dan ingin cerai/pisah. Maka pikirkan nasib anak-anaknya. Caranya mencegah adalah si suami mengingat masa indah bersama dengan istri dan sebaliknya. Dan jurus lain adalaj berpikirlah untuk anak-anak. Soalnya yang belum punya aja harus mendukun sana sini. Dan juga belum nikah aja pengen cepat nikah. Kau sia-sia. Apa-apa itu perlu didiskusikan. Kalau perlu orang ketiga ya tidak apa-apa. Syukur itu jadi rahasia keluarga. Luar rumah tidak ada yang tahu.

Kerja hasilnya untuk siapa? Anak-anak. Ya sudah si Ibu memikirkan anak juga si Bapak. Makan urusan dapur jangan juga disepelekan masalah ini. Fatalnya jika suami tak dimasakkan maka bekerja pun tidak nyaman.

Ingatlah suami itu ngemong anak mertua. Tidak kan dulu janjinya pada mertua itu menyenangkannya bukan memberikan kekerasan. Kan pada saat saling suka pasti dengan kata puisi yang indah. Tak mungkin dalam sebuah janji itu dikatakan: “Biarkan kalau nanti sudah menikah akan ku kupukuli,” rasanya tidak mungkin. 

Terpenting adalah menambahi sabar kalau belum sabar. Menambahi lebih sabar jika sudah sabar. Masalah itu dihadapi dan banyak hal orang berumah tangga pasti didapati masalah. Tengok dan keliling dilingkungan pasti yang lebih parah banyak. Banyak contoh kerumitan masalah. 

Kalau usulan tujuh tahun lalu ini di gaungkan lagi. Patutlah wajib ditolak keras.

*Nasihat ini diucapkan di pagi embun daun yang masih basah oleh Bapakku pernah muda dan aku belum pernah tua.

Purworejo, 10 September 2017

​Sebuah Kebisuan Penjara 


Sebuah Kebisuan Penjara 

Karya : Suhanggono

Aku ingin sekali meminjam emosinya malah ia tersenyum. “Pengurusnya saja bubar ya sudah,” begitu katanya senyum lebar kagak berubah padahal tidak bertemu sudah bertahun-tahun.

Tapi apakah ketika dilarang shalat terus tidak shalat? PILIHAN

Sampai kapan mereka diskusi ini? PILIHAN

Orang kalau masuk rumahku yang ikut aturanku. Tetangga kagak boleh ikutan mengatur. Proses berpikir. Pola pikir. Berakal kalau beragama. Kalau sudah baligh maka agama jadi PILIHAN yang melekat berlaku juga tingkah polanya. 

Apakah agama sebuah warisan atau pilihan?

Begitu kami berdiskusi kecil-kecilan di tempat gelap. Tidak ada lampu yang menyala. Tidak ada indentitas ormas seperti yang lalu. Kami hanya orang-orang sedang melakukan proses berpikir. 

Sebelumnya…. 

Sabtu ini hadir dengan angin begitu protes. Mendung memayung wilayah rumah. Kadang rintik hujan membuat ragu pergi. Pilihan…

Lalu….

Aku berjalan pada sebuah buku-buku yang banyak. Ada yang berbagai macam penulis. Luar negeri atau negeri sendiri. Serta juga berbagai macam penulisnya mengandung pemikiran berbeda-beda. Dengan macam sudut pandang. Pilihan….

Dan… 

Ketika aku mengendarai motor hari ini entah aku tidak stabil. Seperti ketenanganku sedanf diserang. Entah oleh siapa. Barangkali setan yang menghantui. Kecepatan 80/km kadang 40/km memainkan rem tangan dan kaki. Pilihan..

Akhirnya…

Memasuki ruang aku disambut beberapa orangn dua yang kenal dan sisanya belum kenal. Kami membuka bicara : Getar -getar acara ini sudah beberapa kali. Hanya saja aku baru bisa hadir sebelum ada halangan. Sebab temanya menarik. Ini PILIHAN aku untuk hadir walau terlambat. 

Acaranya…

Mengapa beragama? Kita tentu akan bertanya mengapa si kok shalat segala? Mengapa juga harus puasa? Kalau ndak melakukan kenapa memangnya?

Dari mana berasal?

Tujuan ke dunia apa? 

Setelah tiada dunia ngapain?

Islam adalah agama penutup bagi agama sebelumnya. Sejak agama islam itu ada? 

……..

Proses beragama ada kaitannya dengan berpikir dan bagaimana jika agama hanya dikatakan sebuah WARISAN. Kenapa?

Orang bisa berpindah agama kan melalui proses akal berpikir “memilih”. Dan beragama juga pun adalah proses berpikir “pilihan” bahkan jika mau tidak beragama pun bisa saja. 

Pemikiran melahirkan tiga anak pola

Komunis : tidak ada tuhan bebas dunia

Sekulerisme:percaya tuhan tapi tuhan kagak berhak mengatur kehidupan dunia bebas. Ada percaya surga neraka. 

Dan…..

..

.

..

..

..

……..

Apa hayo ketiganya? 

Diakhiri dengan tawa raya bergantian. Dan makan. Agar berisi. 

Mas jihad di palestina wajib?
Ruang gelap, 28 Juli 2017