Cerita Derita


Cerita Derita

Oleh : Hangsyamirku

Terang tapi sunyi
Mentari muncul sendiri
Cahaya pancarkan panas
Embun pagi
Daun-daunan berbasahan
Udara mengebul ria
Aku terus bercanda pada diri sendiri
Kadang ketawa
Kadang senyum
Kadang marah
Pada situasi yang ada
Berjalan di tepian jalan raya
Mengaisi sampah
Menunduk mengawasi
Kanan kiri
Sana sini
Tak ada yang terlewati
Sesekali berhenti
Melepas capek
Meminum kopi
Di warung pojokan
Terdengar gosip asyik
Wakil rakyat makin kaya
Rakyat makin miskin
Wakil rakyat makin gendut
Rakyat makin kurus
Wakil rakyat makin sehat
Rakyat makin sakit
Telingaku mengawasi
Mulutku membisu
Tanganku diam
Pikiranku liar
Kopi hitam tersedia
Gula dua sendok
Kopi satu setengah sendok
Diseduh air panas
Secangkir kerinduan
Melepas lelah
Berpeluk sepi
Malam hari
Berita duka televisi
Mati
Berakhir tragis
Katanya
Perempuan dibunuh
Kaki di sungai
Kepala di bis berjalan menjauh
Badannya terpisah-pisah
Aku sendiri ngeri
Membayangkan yang terjadi
Iblis kesurupan manusia
Keterlaluan memang
Batinku terus berbicara
Komentar ini itu
Tanpa henti
Seperti puisi ini

Salam

Purworejo, 06 Mei 2016

Iklan

Diterbitkan oleh

suhanggono

Aku adalah Manusia yang sedang menjadi pejalan dalam sebuah kehidupan. Blog ini aku buat ketika habis kecelakaan motor yang membuat down mental. Kejadian itu sekitar tahun 2014 bulan April. Aktivitas sekarang aku sedang menulis naskah-naskah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s