Gerakan Semu Palsu untuk Revolusi Palsu


Gerakan Semu Palsu untuk Revolusi Palsu

Karya : Hang

Waktu yang membuat perubahaan dengan adanya teknologi yang sangat berkemajuan. Kebebasan berekspresi berbicara bertindak tak kalah jadi faktor utama mengapa tidak hukuman sosial buat pemerintahan yang terus menerus menyengsarakan rakyat. Maka lihatlah dibandingkan masa lampai limabelas tahunan yang lalu dimana sosial media belum begitu mengemuka dipermukaan masyarakat. Mereka arus bawah gampang tercolek terpanaskan oleh apa-apa yang menjadi haknya ternyata terampas begitu saja. Terutama para pemudanya yang begitu militan memperjuangkan hak rakyat pada akhirnya mereka adalah tetangga, kerabat dan orang tuanya sendiri menjadi korban para elit negeri kaya raya perbedaan alam dll. Namun dinikmati oleh mereka yang berkuasa beruang dan para penipu. 
Kalau saja tak ada sosmed yang
memudahkan amukan semu,asli dan pura-
pura maka jauh-jauh hari sudah ada gerakan
massa besar yang melawan kedzaliman.

Kesadaran di tahun belakangan ini membuat kita diam sejenak terus bertanya mengapa para perjuang reformasi itu kini diam saja. Padahal masa sekarang tak ubahnya waktu dulu masih ada penindasan rakyat kecil mempermainkan suara jeritannya hanya pada saat mereka membutuhkannya. Memberikan janji manis yang berkepanjangan namun pada kenyataan jarang semua terwujud. Apalagi sekarang mudah mengakses sosial media mengurangi kemilitannya para mahasiswa dan pejuang. Mereka hanya puas turun dengan tulisan keras menentang tanpa ditindaklanjuti turun ke jalan.

Sebagai contoh saja yang dekat dengan momentum kebangkitan nasional dimana para aktivis sudah semangat ria menggembor-gemorkan rencana demo atau unjuk rasa besar-besaran di kota Jakarta. Pada kenyataan ini menjadi kendala bagi yang menginginkan revolusi pada peringatan tersebut. Media juga hanya menjadikan tontonan biasa menjajikam hal-hal yang membuat hati rakyat gemes. Semua ada kepentingan dibalik sebuah berita. Ada blok-blok sendiri yang sudah umum diketahui.

Rakyat mempunyai wakil rakyat namun belum seutuhnya berfungsi. Masih saja ada kekurangannya entah anggota masih kekanak-kanakan ribut sendiri. Begitu pula para aktivis mahasiswa yang seharusnya menjadi mata utama melihat berbagai masalah rakyat karena mereka bagian  di dalamnya merasakannya. Namun pada nyatanya rasa tak perduli masih besar rasa tugas mahasiswa hanya belajar masih besar dll. Apalagi aku saksikan banyak mahasiswa sebagian kecil masih suka menjadi narsis di pertelevisian menyamar duduk di deretan bangku para penonton ketimbang teriakkan suara rakyat. Ini lah mengapa kita tak akan pernah mengalami revolusi karena semua sudah menikmati perannya masing-masing yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Purworejo, 30 Mei 2015

Iklan

Ar


Ar

Karya : Hang

Ar
Sebuah nama yang sederhana
Sebuah nama yang bermakna

Kau ada di mana pikiran masing-masing manusia
Cinta itu nama lainnya
Rasa yang selalu ada pada setiap hati

Ar
Kau kadang membuat luka
Kau kadang pula membuat cerah ceria

Seperti langit yang membiru
Tanpa halangan mata memandang
Awan-awan putih melukis diri

Menghiasi pagi hari
Mentari munculkan diri
Senyum dengan sinar panasnya

Purworejo, 21 Mei 2015

Pergi


Pergi

Karya : Hang

Waktu telah berhenti untukmu
Terkenang oleh kebersamaanmu
Dari senyum sampai marahmu

Masih terbayang-bayang dalam anganku
Kau sudah berdiam kaku
Tak lagi gerak hembusan nafasmu pun berakhir

Kau pergi untuk selamanya
Kau mati untuk hidup selamanya
Selamat jalan selamat pergi

Purworejo, 19 Mei 2015

Tipu Menipu Tukang Nipu


Tipu Menipu Tukang Nipu

Karya : Hang

Suatu negeri yang kaya raya rasa dan budaya. Di mana seorang pemimpinnya sangat merakyat katanya. Ia selalu blusukan bahasa orang kecil selalu ke tempat-tempat yang kumuh tak pernah ada perhatiannya. Namun perjalanan waktu terus berlalu tak berhenti. Membuka ia siapa sebenernya? ada yang mengatakan tak pro rakyatnya karena menaikkan harga BBM walau semua pada akhirnya tetap menerima dengan terpaksa. Janji manis tiba-tiba hilang manisnya malahan berubah jadi pahit rasa.

Harga tiket kereta api melambung tinggi. Padahal kendaraan umum paling merakyat setiap sore pasti terjual habis bahkan dimanfaat calo-calo untuk mencari keberuntungan. Walau masih banyak pekerjaan lain seperti trans jogja yang sekarang tak ubahnya seperti kendaraan umum lainnya hanya beda tipis. Fasilitas dala. halte maupun bisnya pun banyak pula yang kurang terawat. Entah karena tak ada biaya atau memang terjadi pembiaran begitu saja.

Dalam hukuman mati bandar narkoba walau katanya agak dikatakan ketakutan pada negara lain dimana para pelaku itu berasal namun terjadi juga hukuman itu. Walau ada penundaan satu dari sekian target. Entah kapan jadinya dia ditembak mati?

Kasus terbaru adalah buntut dari pembunuhan psk yang didapatkan si pembunuh dari cara online ini bukan satu-satunya psk yang menjual diri di berbagai situs socmed kalau polisi serius maka sangat mudah mencarinya. Dan kini mereka masih bebasa berjualan tak merasakan dampak ketakutan walau ada yang kebongkar kedoknya. Ada pula prostitusi online dari kalangan artis dengan harga fantasis yaitu 80juta. Wow hanya kenikmatan berapa menit harganya mahal. Ini juga terbongkar sayang yang kena pasal cuma mucikari sedangkan psk dan pelanggan bebas saja. Harus ada hukuman sosial. Biar jera bukan malah pembiaran.

Ini lah negeriku tipu menipu tukang nipu. Sudah biasa jadi nggak terkaget-kaget lagi.

Purworejo, 17 Mei 2015

Hilang


Hilang

Karya : Hang

Hilang
Tanpa jejakmu yang mesra
Cinta ini telah hilang
Entah ke mana ia berlabuh kini

Hilang
Seolah angin yang berhembus
Serasa namun tak terlihat
Itukah kamu yang kini terjadi?

Hilang
Baru saja aku bersama
Menikmati masa indah
Berdua dalam rasa cinta

Hilang
Namun kini hanya rasa kenangan
Tak ada lagi yang demikian
Hanya bayang-bayang semu yang ada

Purworejo, 17 Mei 2015

Ibuku Pulang


Ibuku Pulang

Karya : Hang

Beliau mengatakan yang ikhlas ya Hang Ibu mau pergi dulu ke tempat kakak. Ini kepergian terlama setelah setahun kurang selalu bersama tak pernah meninggalkanku dalam waktu yang panjang. Menyadari keluarga aku bukan anak satu-satunya yang harus terpantau terus masih ada lain anak wajib juga diperhatikannya. Maka sedikit besar mengalah hati ini melepaskannya.

Dua bulan sudah Beliau sering bolak-balik rumahku ke rumah kakak. Aku juga sebulan terakhir ini sendiri. Makan seadanya minum hanya mengandalkan air putih dalam galon besar. Hanya televisi satu-satunya temen setiap yang hidup walau mataku sudah memejamkan diri. Membawa diriku ke alam mimpi jauh dari rasa kesadaran.

Hari ini Ibuku pulang ke rumah dan masih dalam perjalanan naik kereta api. Senang rasanya tak perlu repot lagi capek ke pasar beli sayuran buat seharian. Kangen suaranya masakannya yang selama ini dua bulan belakangan hanya terlunasi rasa lewat suara telepon saja. Bu sehat selalu ya…. aamiin…

Purworejo, 17 Mei 2015

Prostitusi Bikin Emosi


Prostitusi Bikin Emosi

Karya : Hang

Belakang terakhir ketika terungkapnya bisnis prostitusi online lewat twitter karena pembunuhan salah satu pelacur itu oleh pelanggan disebabkan oleh ejekannya bau badan yang kurang sedap. Membongkar satu per satu modus kejahatan moral ini. Minggu ini terbongkar pula pelacuran kelas atas yang tarif sangat fantasi sekali sekitar 80-120 juta. Pemainnya adalah para oknum artis kelas atas para model majalah dewasa menurut pengakuan mucikari atau germo yang memasarkan anak buah begitu ketatnya lewat whatsapp dan bb.

Sebenarnya cara online ini sudah lama dari yang dulu melalui website, forum dewasa kini terus berkembang liar melalui jejaring sosial lebih menjangkau konsumen secara mudah dan sangat luas siapa saja bisa melihat iklan tersebut. Melalui twitter dan facebook banyak sekali akun yang menjajankan dirinya dengan gamblang dan jelas terang-terangan tetapi tetap aman-aman saja cuma satu dua yang dijaring. Bahkan banyak pula mengshare video gambar dan web video porno.

Kalau saja penangannya adil seperti narkoba dimana pemakai dan penyedianya pun ditangkap dan diadili seperti cukup mengurangi karena ini kejahatan moralitas. Tidak habis pikir kenapa pelacurnya dan penikmatnya seolah dibiarkan lepas sedangkan hanya mucikarinya ditangkap masukkan penjara menurutku tidak adil dan penuh mencurigakan ada apa dibalik penangkapan ini sebenarnya adakah modus pengalihan isu sedang dimainkan. Entahlah…..

Dunia semakin menggila. Kebebasan tak ada batasan. Orang tertutup dianggap teroris. Orang bugil dianggap biasa. Begitulah pandangan mata mereka yang sudah tercampur oleh pengaruh setannya liberal.

Purworejo, 13 Mei 2015