Akhir Pertama Akhir Selamanya


Akhir Pertama Akhir Selamanya

Kata : Hang

Januari akan berakhir
Kau cintaku terkahir
Tak ada yang lain selain kau

Bulan yang penuh cerita
Bulan yang penuh cinta
Semua ada di januari

Sebulan awal berakhir
Melewati bulan kedua
Semoga kan lebih baik

Purworejo, 31 Januari 2015

Iklan

Januari XIII (Masa Lalu Biar Berlalu Membuka Lembaran Baru)


Januari XIII (Masa Lalu Biar Berlalu Membuka Lembaran Baru)

Karya : Hang

Malam-malam terakhir januari
Terlewati dengan tenang
Angin sejuk mengundang kantuk
Malam-malam terhabis berdzikir
Setengah malam bangun mimpi
Menuju illahi berserah diri
Menghapus masa lalu
Membuka lembaran baru
Januari akan berlalu
Semangat cinta pun baru
Menulis hal yang baru
Menghapus hal yang lalu
Manusia harus lebih baik dari yang lalu
Begitu agama mengingatkan
Supaya lebih baik kedepannya
Mantan atau siapalah dia
Semua ada yang lalu
Tak perlu mengingat dan menghapus semuanya
Semangatlah Tuhan selalu bersamamu
Nur adalah cahaya di mana ia berada
Begitu juga kamu sebagai cahaya itu
Sinarnya tak pernah padam
Walau gelap menghampiri
Karena kau adalah rembulan
Kau juga pemberi semangat
Saat-saat bangun dari mimpi
Karena engkaulah mentari pagi
Saat tenggelam menjelang malam
Kau pun masih cahaya indah
Kau menjadi sinar senja penutup sore
Kau cahaya
Kau bersinar
Kau satu
Tuhan bersamamu
Tak perlu sedih
Masa lalu biar berlalu
Hapus dan berganti lembaran baru
Semangat Nur

Purworejo, 30 Januari 2015

Cinta Lama Berlalu Untuk Buka Lembaran Baru


Cinta Lama Berlalu Untuk Buka Lembaran Baru

Karya : Hang

Hujan
Ribuan butiran air
Jatuh membasahi tanah

Basah kuyup para tanaman
Senyum mekar bunga mawar
Januari ku tinggalkan

Februari ku nantikan Hujan kan selalu jadi teman setia
Dinginkan suasana panas

Sejukkan suasana hati
Tiap hari setiap saat
Tak begitu terbatas waktu

Cinta lama telah berlalu
Cinta baru telah menunggu
Untuk membuka lembaran baru

Purworejo, 30 Januari 2015

2014 in review


Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 420 kali di 2014. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 7 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Dia Diam Ribuan Kata


Dia Diam Ribuan Kata

Karya : Hang

Kau diam timbulkan penuh tanya
Adakah yang salah pada diri ini
Sehingga diammu begitu lama

Tak ada bunyi
Sebagai tanda balasan telah ada
Hanya menunggu dan menunggu

Dua kali kukirimkan pesan
Namun tak terbalaskan
Ada apa gerangan baik-baikkah dirimu

Purworejo, 31 Januari 2015

Tengah Malam


Tengah Malam

Karya : Hang

Tengah malam sepi
Tak ada yang keramaian
Semua terlelap dalam mimpi

Angan-angan melayang kemana-mana
Jalan-jalan tak berujung
Suasana gelap bercahayakan bulan

Bulan bulat bersinar
Indah sekali sejuk di mata
Begitu yang ku rasakan

Malam makin larut
Malam makin mendekati berlalu
Berganti waktu yang tak berhenti sejenak

Mati adalah kepastian
Tak mungkin manusia abadi di dunia
Pasti pindah alam yaitu yang abadi selamanya

Purworejo, 30 Januari 2015

Mengapa Mudaku Tak Pacaran? Ini Alasannya Simak Yuk


Mengapa Mudaku Tak Pacaran? Ini Alasannya Simak Yuk

Karya : Hang

Aku tak pernah habiskan mudaku dengan pacaran salah satu aku hanyalah pengecut bergandengan tangan atau berdua dalam ruang sepi. Salah dua aku tak mau kehilangan momentum bersama ibu bapak yang sudah mulai tua. Karena selama ini Kakakku yang tertua selalu mengatakan hidupku akan memisahkan diri dari orang tua bahkan termasuk Kakakku. Bagaimana bisa aku gadaikan kebersamaan ini demi cinta-cintaan itu?

Pernah suka perempuan? sering. menyatakan cinta kepada perempuan? belum pernah. Pacaran? belum pernah. Namun dalam hal ini harus tegas mengatakan dengan konsisten seperti pada awal aku tuliskan.

Walau harus menahan rasa. Walau harus dianggap tak waras karena pilihan yang diambil ini tidak cukup populer dalam dunia pergaulan. Namun aku percaya dengan tetap bersama orang tua aku masih jalan yang benar. Walau tak mengurangi rasa untuk mencintai perempuan sebagaimana mesti.

Aku pun menjadi manusia normal yang ingin memiliki keturunan dan keluarga pada nantinya. Namun caraku barangkali berbeda dengan kebanyakan pemuda-pemudi lain terasa asing kelihatannya. Ini caraku menyayangi orang tua dan diri sendiri. Menjaga keluarga dari api neraka itu tugasku sebagai anak.

Pertanyaannya : Masih maukah kau gadaikan kebersamaanmu dengan kedua orang tua demi cinta-cintaan itu yang penuh fana?

Sekadar mengutarakan alasan mengapa aku tak pacaran saat muda. Semoga menginsprirasi kalian untuk putus dan kembali berbakti kepada orang tua sebelum semua meninggalkanmu selamanya jangan sampai menyesal pada kemudian hari.

Purworejo, 28 Januari 2015